Robot Penciuman

Penciuman elektronik adalah suatu alat hasil dari penelitian yang kemampuannya ditujukan untuk mendeteksi berbagai karakteristik aroma. Pendeteksi elektronik lumrah disebut dengan penciuman bionik. Dalam sebuah kamus, Bionik adalah organ yang digerakkan dengan elektronika. 




Sejak tahun 1982 telah menciptakan suatu perkembangan teknologi yaitu berupa 'electronic nose' yang mengacu pada e-sensing. Mesin-mesin dalam robot itu memanfaatkan sensor bau yang telah tersedia secara komersil sebeumnya. Hidung elektronik ini telah tersedia secara komersial sejak 1990an ketika para peneliti yang berbasis di Inggris membawa salah satu produk utama ke pasar. Robot-robot ini mengandalkan sensor gas yang mampu menciptakan semacam sidik jari kimia yang dapat disesuaikan dengan bau tertentu. Data tersebut kemudian diproses oleh komputer yang ditanam dalam tubuh robot. seperti halnya di Fukuoka (Jepang) yang telah meluncurkan robot berkepala manusi yang dapat mendeteksi bau kaki dan nafas.




bisa melihat videonya di: sini



sedangkan Mobile Robot Olfaction (MRO) adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari dari penciuman oleh gas yang terkena sensor. atas dasar ilmu inilah berkembang pula pengetahuan tentang robot penciuman

Berikut adalah Jenisnya:



Metode fuzzy learning vector quantization (flvq)

Metode flvq merupakan metode jaringan neural buatan berbasis vektor quantization yang mengintegrasikan teori fuzzy dalam proses pembelajarannya dan mempunyai algoritma yang sederhana tetapi berkemampuan tinggu dalam pengenalan aroma.
Sistem penciuman elektronik terdiri dari 3 bagian yaitu pertama, sistem sensor yang mengubah besaran aroma menjadi besaran listrik, kedua, sistem elektronik yang mengukur besar perubahan frekuensi sensor dan ketiga, sistem jaringan neural buatan yang melakukan pengenalan aroma.
Fungsi jaringan neural buatan adalah menyerupai kelakuan otak manusia. Dimana beberapa neuron berhubungan rapi satu sama lain.
Kemampuan kecepatan, ketepatan dan tingkat keakurasian yang tinggi pada sistem neural sangat dibutuhkan oleh sistem penciuman elektronik. Maka metode fuzzy learning vector quantization sangat diperlukan.

Metode Quartz Crystal Microbalance (QCM)

Awal alur kerja penciuman elektronik ini adalah dengan memasukkan uap aroma ke ruang sensor lalu uap tersebut akan diekstraksi menjadi komponen penyusun uap. Tiap komponen itu selanjutnya diukur intensitas dan konsentrasinya oleh sensor Quartz Crystal Microbalance (QCM). Guna menangkap uap aroma, osilator dimodifikasi dan diberikan tambahan lapisan zat kimia.

sumber: wikipedia.org, popsci.com, researchgate.net

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara kerja robot

remote control

Ulasan 1- Priority Based CPU Scheduling